Minggu, 14 Oktober 2012

SAYA TELAH MEMBUAT SURAT PERNYATAAN SEBAGAI KLARIFIKASI ATAS EMAIL-EMAIL PALSU YANG DIBUAT OLEH SANUSI WIRADINATA

Sanusi Wiradinata
Beberapa waktu yang lalu telah beredar email-email palsu dan surat pernyataan palsu yang menyerang pribadi saya, keluarga saya, atasan saya dan kantor tempat saya bekerja. Di dalam email-email palsu tersebut, saya seolah-olah membocorkan rahasia kantor tempat saya bekerja, padahal sesungguhnya saya dan kantor saya tidak pernah melakukan hal tersebut. Itu semua hanyalah fitnah yang dibuat oleh Sanusi Wiradinata dengan tujuan untuk mencemarkan nama baik saya dan atasan saya. 

Hal tersebut berawal ketika pada tanggal 3 Mei 2012 Sanusi Wiradinata telah tertangkap basah melakukan penganiayaan dan percobaan pemerkosaan terhadap diri saya, namun perbuatan bejatnya tersebut dapat digagalkan oleh petugas keamanan Apartement Sudirman Park. Selanjutnya atas tindakannya itu, Sanusi Wiradinata saya laporkan ke polisi dengan tuduhan telah melakukan perbuatan cabul, percobaan pemerkosaan, penganiayaan dan perbuatan tidak menyenangkan. 

Sanusi Wiradinata kemudian di proses di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya sebagaimana yang termuat didalam laporan poisi Nomor : LP/1482/V/2012/PMJ/Dit.Reskrimum tanggal 3 Mei 2012,  namun penahanan terhadap Sanusi Wiradinata kemudian ditangguhkan oleh Polda Metro Jaya. 

Setelah penahanannya ditangguhkan, Sanusi Wiradinata kemudian menyombongkan diri bahwa dia bisa mengatur dan mengendalikan Polda Metro Jaya. tidak hanya itu, Sanusi Wiradinata juga terus-menerus meneror dan meminta saya untuk mencabut laporan polisi tersebut. setiap hari dia mengirimkan email dan sms kepada saya, keluarga saya dan rekan kerja saya yang isinya berupa ancaman akan menjelek-jelekkan saya apabila saya tidak mencabut laporan polisi tersebut 
Untuk mengklarifikasi semua email palsu yang berisi tuduhan dan fitnah tersebut, saya telah membuat Surat Pernyataan tertanggal 9 Oktober 2012 dan telah disahkan oleh Antonius Wahono Prawirodirjo, S.H., Notaris di Jakarta.
Di dalam Surat Pernyataan yang saya buat itu, telah saya tegaskan bebrapa hal, antara lain :
  1. Email-email yang dikirim atas nama saya adalah palsu dan berisi kebohongan;
  2. laporan terhadap Sanusi Wiradinata adalah keputusan saya dan tidak dipengaruhi oleh siapapun;
  3. hubungan saya dengan atasan dan rekan kantor saya terbina baik dan profesional;
  4. tidak ada pemberian uang kepada hakim atau aparat penegak hukum manapun;
  5. Sanusi Wiradinata bukan calon suami saya;
  6. Sanusi Wiradinata telah memperdaya dan memeras saya; 

Berikut adalah surat pernyataan tersebut secara lengkap :

8 komentar:

  1. Kebenaran harus terungkap........ Biar nggak asal ngomong aja si Sanusi Itu

    BalasHapus
  2. ternyata Sanusi ini cuma ngomong saja buat nutupin kelakuan bejatnya itu....semoga diampuni Tuhan lah kau Sanusi...

    BalasHapus
  3. hati-hati dengan pria yang baru puber kedua.
    yang saya salut pada istri anaknya selama ini dibohongi.

    BalasHapus
  4. Siapakah lelaki itu?
    yang bisa kita lihat:

    cinta yang buta
    cinta yang maksa
    cinta yang ditolak

    Keluarga ditinggalkan,
    keluarga dibohongi,

    akhirnya jati diri dan karakter sebenarnya terbongkar juga.


    Siapakah SANUSI WIRADINATAitu?
    Dimanakah engkau sembunyi?

    Sanusi pemburu cinta.
    carilah sanusi yang di rumput tetangga.


    BalasHapus
  5. Apa ndak ingat sama ibu yang melahirkannya? Apa ndak ingat sama istri dan anak perempuannya? Bagaimana perasaanmu Sanusi, kalau mereka diperkosa? Apa engkau rela? Sungguh tak bermoral dan sungguh biadab perbuatanmu Sanusi? Yusana jangan gentar, maju terus.Seret Sanusi ke pengadilan dan jebloskan manusia tidak beradab itu ke penjara.

    BalasHapus
  6. Saya dengan TEGAS MEMBANTAH pernah mengirimkan email2 palsu yang dituduhkan oleh sdri safersa yusana sertana. BERIKAN detail bagaimana dan kapan saya pernah melakukannya. Bagaimana dan dari mana email tsb dikirimkan. Lihat ip addressnya, lihat lokasi pengirimannya. Polisi bisa menyidik dengan jelas. Apakah pada saat email dikirimkan saya sedang berada di lokasi tsb. Saya punya banyak saksi pada saat email tsb di kirimkan (diduga dari jakarta), saya TIDAK berada di Jakarta. JAWAB. JAWAB. JANGAN hanya menuduh.

    Perlu diketahui sesuai petunjuk P19 dari JPU Kejati DKI bahwa sdri safersa yusana sertana diduga mengidap penyakit kelainan jiwa Kepribadian Ambang dan harus diperiksa oleh psikiater.
    Memang betul saya menginginkan berdamai karena tuduhan di polda hanya rekayasa saja. Saksi ahli DR Chairul Huda sudah diperiksa dan mengatakan TIDAK ada bukti terjadi tindak pidana yang dituduhkan. Yang benar terjadi adalah yusan panik karena selingkuh sehingga penyakitnya kumat dan saya berusaha untuk menenangkannya. Ingat fakta selama 50 menit bersama, saya TIDAK pernah membuka sehelai baju pun karena saya lagi fokus menenangkan kamu.

    Sebentar lagi kamu juga akan menjadi tersangka karena telah membuat laporan palsu, penipuan dan safersa/yusan & Margono sudah mendapatkan panggilan ke 2 di polda metro jaya (Kamneg).

    Faktanya : Safersa adalah wanita simpanan saya selama 4 tahun dan tentunya lucu sekali jika saya dituduh mau melecehkan atau mau memperkosa dirinya.

    Saya maklumi mengapa sdri safersa/yusan dan kantor Lucas SH PANIK karena KPK sedang menyelidiki apakah tulisan tangan itu BENAR adalah tulisan tangan safersa.

    Sebagai orang yang pernah tinggal bersama dan pacaran selama 4 tahun, saya BERSAKSI sering melihat safersa membawa dan menulis buku catatan tadi. NAMUN saya TIDAK pernah menyebarkan atau mengirimkan via email. Saya juga sangat sering menunggu di apartemen sudirman park milik yusan hingga larut malam karena yusan mengaku sedang mengantarkan uang ke hakim. Nah silakan tanya sendiri karena saya TIDAK pernah melihatnya.

    Pada sekitar bulan Agustus / Sept lalu, Foto copy buku catatan keuangan kantor Lucas SH tersebut dikirimkan oleh seseorang yang diduga dari kantor Lucas SH sendiri kepada seorang pengaacara. Nah pengacara ini yang menghubungi saya karena ada nama saya di dalam catatan tersebut yaitu pada tanggal 19 Feb 2009, Lucas SH mengembalikan uang Rp 500 juta karena gagal melakukan tugasnya.

    Kepada yusan yang sering emosi tak terkendalikan, tolong STOP menuduh saya, JANGAN ganggu saya dan keluarga. Saya mohon maaf TIDAK memenuhi keinginan kamu untuk menceraikan istri dan menikahi kamu sejak 2008 karena emosi kamu SANGAT luar biasa (diduga mengidap gangguan jiwa kepribadian ambang sesuai psikiater RSCM yang saya temui).

    Saya paham kamu sangat kecewa tapi saya sudah berusaha mengantar kamu ke dokter di Singapore dll untuk berupaya mengendalikan emosi kamu yang luar biasa. Saya tidak dendam dan TIDAK pernah mengirimkan preman spt yang kamu tuduhkan.

    Kejadian 3 Mei 2012 hanya sebuah pertengkaran biasa karena yusan terbukti selingkuh (ditemukan air mani pria lain sesuai visum) padahal yusan menerima tunjangan hidup Rp 30 juta/bulan dan berjanji setia.

    Yusan, sekali lagi saya minta, berdamailah. untuk apa ganggu hidup saya dan keluarga. Kamu tidak tahu bahwa Lucas punya musuh sangat banyak. Mereka dendam dan sponsori demo. BUKAN SAYA !!!

    Saya akan membuat laporan polisi atas FITNAH yang kamu publikasikan ini. kamu sungguh bodoh !

    BalasHapus
    Balasan
    1. thesociolegalwatch18 Oktober 2012 07.59

      Yusan ke dokter singapore BUKAN untuk pengobatan psikiater tapi untuk cek up penyakit Thalassemia (yang notabene normal dipunyai orang Asia, sebagai hasil evolusi daya tahan tubuh terhadap malaria. penyakit ini efek sampingnya cuma cepat capek dan sakit kepala jika sel darah merah sedang turun).

      Saya sebagai teman Yusan yang bisa mengamati kejadian sebenarnya adalah seperti ini:
      1. Selingkuhanmu (Yusan) minta putus karena tahu kamu ternyata masih bersama dengan istri dan belum cerai
      2. kamu yang mempunyai kepribadian psikopat marah dan tidak mau putus, sampai mengunjungi yusan di kantor dengan membawa bodyguard,
      3. kamu mengirimkan email dan sms2 yang bersifat provokatif ke teman2 Yusan dan ke Lucas.
      4. Dan kemudian yusan menyebutkan bahwa dia sudah berpacaran dengan pria lain pilihannya sendiri (Margono), kamu marah dan/atau sangat terganggu secara psikologis
      5. kamu kemudian menyewa apartemen di dekat apartemen Yusan, memasang CCTV,
      6. dan puncaknya menyerang yusan pada 3 Mei itu.

      Saya tambahkan juga, kamu pemilik beberapa perusahaan IT, jadi sangat kamu sangat dicurigai memalsukan (spoof-ing) email Yusan dan mengirimkan email2 palsu mengatasnamakan Yusan, dengan membubuhkan tanda-tangan palsu diatas materai.
      Sekarang kamu panik karena laporan polisi dan mencoba menyerang balik dengan mem-fitnah Lucas, yang sebagai pengacara tentunya membela karyawannya yang hampir diperkosa.

      Hapus
  7. Ya keadilan harus ditegakkan dengan jalan yang benar. Lihat komentar pertengkaran di situs Lindsay Lohan




    lindsay.lohan.us

    BalasHapus

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.